.::Search::.

Tampilkan postingan dengan label learn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label learn. Tampilkan semua postingan

Membuat DNS Server

Minggu, 22 Juli 2012

Hmm...
Dapat tugas sekolah nih membuat DNS server, ^^ berhubung kemaren selesai ngerjain, saya sharing aja deh sekarang.. hehe

.::Langkah-langkahnya::.

* Edit file /etc/network/interfaces
# nano /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.35
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.10.1
Save

* Kemudian edit file /etc/resolv.conf dan tambahkan baris berikut agar DNS dikenali oleh komputer
# nano /etc/resolv.conf
search linuxget.net
domain linuxget.net
nameserver 192.168.10.51
nameserver 8.8.8.8
* Install paket untuk membuat DNS server yaitu bind9 dengan mengetik perintah
# apt-get install bind9
* Setelah terinstall, edit file /etc/bind/named.conf untuk membuat zona domain. Tambahkan baris berikut :
zone “linuxget.net” {
      type master;
      file “/etc/bind/rahmat”;
};

zone “10.168.192.in-addr.arpa” {
      type master;}
      file “/etc/bind/tkj”;
};
* Untuk penulisan in-addr.arpa, yaitu dengan oktet terahir dihilangkan, kemudian dibalik dan ditambah dengan kata “in-addr.arpa”

Misal :
192.168.10.51
192.168.10
10.168.192
10.168.192.in-addr.arpa
* Copi file konfigurasi zone pada bind untuk memudahkan konfigurasi :
# cp /etc/bind/db.local /etc/bind/rahmat
# cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/tkj
* Edit file /etc/bind/rahmat maka akan muncul konfigurasi seperti ini:
;

; BIND data file for local loopback interface

;

$TTL    604800

@       IN      SOA     localhost. root.localhost. (

                    2                    ; Serial
    
                    604800          ; Refresh
           
                    86400            ; Retry
               
                    2419200        ; Expire

                    604800 )       ; Negative Cache TTL

;

@       IN      NS      localhost.

@       IN      A       127.0.0.1
* Edit yang berwarna merah menjadi alamat domain anda dan yang ber-background hijau menjadi alamat IP anda.
;

; BIND data file for local loopback interface

;

$TTL    604800

@       IN      SOA    linuxget.net. root.linuxget.net. (
          
                    2                 ; Serial

                    604800       ; Refresh

                    86400         ; Retry

                    2419200     ; Expire

                    604800 )     ; Negative Cache TTL

;

@       IN      NS    linuxget.net

@       IN      A       192.168.10.51

* Edit file reverse /etc/tkj isinya sebagai berikut
;

; BIND reverse data file for local loopback interface

;

$TTL 604800

@    IN   SOA  localhost. root.localhost. (
    
                    2                 ; Serial

                    604800       ; Refresh

                    86400         ; Retry

                    2419200     ; Expire

                    604800 )     ; Negative Cache TTL

;

@    IN   NS   localhost.

1.0.0 IN   PTR  localhost.
* Ganti yang Hijau menjadi sisa oktet yang tidak ditulis di named.conf tadi. Kemudian yang berwarna merah (localhost) ubah menjadi domain anda.

;

; BIND reverse data file for local loopback interface

;

$TTL 604800

@    IN   SOA  linuxget.net. root.linuxget.net. (

                    2                    ; Serial

                    604800          ; Refresh

                    86400            ; Retry

                    2419200        ; Expire

                    604800 )        ; Negative Cache TTL

;

@    IN   NS   linuxget.net.

51   IN   PTR  linuxget.net.


“INGAT!!! JANGAN LUPA TANDA TITIK DIBELAKANG NAMA DOMAIN !!!”


* Kemudian restart bind dan network
# /etc/init.d/networking restart
# /etc/init.d/bind9 restart
* Langkah terakhir, cek domain tersebut dengan perintah nslookup dan dig
     
# nslookup linuxget.net
Server:    192.168.10.51
Address:   192.168.10.51#53

Name: rahmat.net
Address: 192.168.10.51


# nslookup 192.168.10.51
Server:    192.168.10.51
Address:   192.168.10.51#53

51.10.168.192.in-addr.arpa    name = linuxget.net.
Continue Reading...

Installasi DNS Server

Continue Reading...

Mengembalikan Booting Linux Setelah Install Ulang Windows


Pada umumnya Untuk melakukan dual booting (Linux dan Windows) orang-orang terlebih dahulu menginstall windowsnya lalu menginstall Linux. Memang dengan melakukan hal itu sangat mudah tapi bagaimana apabila windowsnya mengalami error dan harus melakukan install ulang ?
Dari pengalaman yang saya alami saat windows error dan apabila saya mengistall ulang windowsnya maka otomatis Grub linux Tertimpa dan pastinya booting untuk Ubuntu tidak berjalan. lalu bagaimana setelah install ulang windows kita tetap dapat mengakses linux ?
Nah Seminggu yang lalu saya mencari-cari informasi tentang hal itu dan saat ini saya telah menemukan cara yang paling mudah. Berikut 5 langkah untuk menjalankan kembali Linux setelah Melakukan install ulang pada Windows Vista

  • Download Software EasyBCD - [Download]
  • Install terlebih dahulu EasyBCD pada Vista anda lalu jalankan
  • Klik menu “Add/Remove Entries”

  • Pilih list Linux Setelah selesai Klik “Add Entry” (selesai)
  • Agar muncul Opsional Smooth Dual-Booting Kita harus merubah sedikit code apa menu.list di ubuntu.Edit code menu.list yang terdapat pada /boot/grub/menu.lst dengan mengetikan perintah pada terminal sebagai berikut: gksudo gedit /boot/grub/menu.lst.

    Ganti timeout 5 menjadi timeout 0 setelah selesai klik save.

Credit :Rahmad Dwi
    Continue Reading...

    Pengertian dan Kelebihan DHCP

    Jumat, 20 Juli 2012

    .::Topologi::.
    Pengertian DHCP
    DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
    Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
    Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

    Kelebihan DHCP
    1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
    2. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
    3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
    4. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
    5. DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client.
    Continue Reading...

    Installasi DHCP-Server

    Pengertian dan Kelebihan DHCP

    DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
    Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat. . [Read More . .]

    Langkah-langkah installasi :

    # apt-get install dhcp3-server
    # nano /etc/default/isc-dhcp-server
    ---------------------------------------------
    Edit :
    INTERFACES="eth1"
    ---------------------------------------------
    # nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------
    tekan CTRL+W
    ketik slightly
    Enter
    Edit dan hilangkan tanda(#):
    subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
    range 192.168.1.3 192.168.1.254
    option domain-name-servers 192.168.1.1;
    option domain-name "lks11.sch.id";
    option routers 192.168.1.1;
    option broadcast-address 192.168.1.255;
    default-lease-time 600;
    max-lease-time 7200;
    }
    --------------------------------------------------------------------------------------------------------
    # /etc/init.d/isc-dhcp-server start
     ;

    Continue Reading...

    Setting DNS Server

    Selasa, 17 Juli 2012

    Konsep & Cara Kerja DNS

    DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host (seperti linux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer yang terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama host.
    DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah Top Level Domain (TLD) seperti COM, ORG, EDU, MIL dsb. Seperti pohon DNS mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita mencari alamat misalnya linux.or.id pertama-tama DNS bertanya pada TLD server tentang DNS Server yang melayani domain .id misalnya dijawab ns1.id, setelah itu dia bertanya pada ns1.id tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .or.id misalnya ns.or.id kemudian dia bertanya pada ns.or.id tentang linux.or.id dan dijawab 64.29.24.175
    Sedangkan untuk mengubah IP menjadi nama host melibatkan domain in-addr.arpa. Seperti domain lainnya domain in-addr.arpa pun bercabang-cabang. Yang penting diingat adalah alamat IP-nya ditulis dalam urutan terbalik di bawah in-addr.arpa. Misalnya untuk alamat IP 64.29.24.275 prosesnya seperti contoh linux.or.id: cari server untuk arpa, cari server untuk in-addr.arpa, cari server untuk 64.in-addr.arpa, cari server 29.64.in-addr.arpa, cari server untuk 24.29.64.in-addr.arpa. Dan cari informasi untuk 275.24.29.64.in-addr.arpa. Pembalikan urutan angkanya memang bisa membingungkan.


    DNS Server di Linux

    DNS Server di linux biasanya dijalankan oleh program yang bernama named. Program ini merupakan bagian dari paket bind yang dikoordinasikan oleh Paul Vixie dari The Internet Software Consortium. Biasanya program ini terletak di /usr/sbin/named dan dijalankan pada waktu booting dari /etc/rc.d/init.d/named start. Agar named dijalankan pada setiap booting masukkan named ke daftar server yang harus distart dengan menggunakan ntsysv.


    File Konfigurasi

    File konfigurasi untuk named adalah /etc/named.conf yang seperti biasa adalah text file. Format file ini seperti format program C atau Pascal yakni tiap perintah diakhiri dengan ';' dan blok perintah di kurung dengan '{' dan '}'. Ada beberapa blok yang sering digunakan yaitu:


    options
    
        untuk mengatur konfigurasi server secara global dan menentukan default
    
    zone
    
        untuk mengatur konfigurasi zona DNS
    
    


    Caching Only DNS Server

    Caching Only DNS Server akan mencari jawaban dari pertanyaan DNS dan mengingat jawabannya ketika anda bertanya lagi. Ini akan mempersingkat waktu tunggu pada pertanyaan DNS berikutnya terutama jika anda menggunakan koneksi yang lambat seperti modem.


    Konfigurasi

    File konfigurasi Caching Only DNS sudah disediakan oleh RedHat dalam paket caching-nameserver anda tinggal menginstal paketnya dan mengedit file /etc/named.conf dan menambahkan baris berikut pada blok options:

    forward first;
    forwarders {
      202.158.3.6;
      202.158.3.7;
    };
    

    Kedua alamat IP diatas adalah alamat IP untuk DNS Server ISP saya yaitu CBN jika ISP anda berbeda anda harus menggantinya.


    Membuat Domain Sendiri

    Pada bagian ini kita akan membuat domain untuk jaringan lokal (LAN) misalnya intra.aki. Ada baiknya menggunakan domain yang benar-benar tidak ada di Internet sehingga kita tidak mengganggu domain siapa pun. Perlu diingat bahwa tidak semua karakter diperbolehkan untuk menjadi nama host yang dibolehkan hanya A-Z, a-z, 0-9 dan karakter '-'. Selain itu nama host itu tidak bergantung pada huruf besar atau huruf kecil, jadi linux.intra.aki dan LINUX.Intra.AKI adalah sama. Kita masih mengedit file yang berasal dari paket caching-nameserver.

    Tambahan di /etc/named.conf

    Pertama kita mengedit file /etc/named.conf untuk menambahkan baris berikut:

    zone "intra.aki" {
            type master; 
            notify no;
            file "intra.aki";
    }
    

    Yang berarti bahwa kita membuat zona domain intra.aki dimana kita adalah penguasa domain tersebut (type master) tetapi kita tidak ingin domain ini tersebar ke internet (notify no) dan informasi tentang anggota domainnya itu sendiri disimpan di file intra.aki di direktori yang ditentukan oleh keyword direktory dari blok options yang berisi /var/named


    File Zona intra.aki

    Kemudian kita membuat file zona intra.aki yang berisi informasi tentang anggota domain.

    ; Zone file for intra.aki @ IN SOA ns.intra.aki. root.intra.aki. ( 2000091401 ; serial 8H ; refresh 3H ; retry 1W ; expire 1D ; default_ttl ) NS ns A 192.168.1.100 MX 10 linux.intra.aki. MX 20 other.extra.aki. localhost A 127.0.0.1 linux A 192.168.1.100 ns A 192.168.1.100 ftp CNAME linux pop CNAME linux www CNAME linux.intra.aki cctv A 192.168.1.3

    Perhatikan tanda '.' pada akhir dari nama domain di file ini. File zona ini mengandung 9 Resource Record (RR): satu SOA RR, satu NS RR, tiga CNAME RR dan empat AA RR. SOA merupakan singkatan dari Start Of Authority. Karakter “@” berarti nama domain dari zona yaitu intra.aki jadi baris kedua diatas berarti

    intra.aki. IN SOA .... }

    NS adalah Name Server RR. Tidak ada “@” pada awal baris karena baris diatasnya dimulai dengan '@'. Menghemat waktu mengetiknya. Jadi baris NS bisa juga di tulis


    intra.aki. IN NS ns

    Ini memberitahu DNS host mana yang menjadi name server bagi domain intra.aki yakni ns.intra.aki. 'ns' adalah nama yang biasa dipakai untuk name server, tetapi seperti web server yang biasa dinamakan www.anu namanya bisa diubah menjadi apapun.
    Baris SOA adalah pembuka bagi semua file zona dan harus ada satu dalam setiap file zona. Baris tersebut menjelaskan zona, darimana dia datang (host bernama ns.intra.aki), siapa yang bertanggung jawab atas isinya (root@intra.aki), versi zona file (serial: 2000091401) dan parameter lainnya yang berhubungan dengan caching dan secondary DNS Server. Perlu diperhatikan bahwa ns.intra.aki haruslah nama host dengan A RR. Tidak diperbolehkan membuat CNAME RR untuk nama yang disebutkan di SOA.
    RR A mendefinisikan alamat IP dari suatu nama host sedangkan CNAME mendefinisikan nama alias dari suatu host yang harus merujuk ke RR lainnya.
    Ada satu lagi tipe RR pada file ini yaitu MX atau Mail eXchanger. RR ini berfungsi untuk memberitahukan sistem mail kemana harus mengirim e-mail yang di alamatkan ke seseorang@intra.aki dalam hal ini linux.intra.aki atau other.extra.aki. Angka sebelum nama host adalah prioritas MX. RR dengan angka terendah (10) adalah host yang harus dikirimkan email pertama kali. Jika tidak berhasil maka e-mail bisa dikirim ke host lain dengan angka yang lebih besar misalnya other.extra.aki yang mempunyai prioritas 20.


    Zona Reverse

    Zona Reverse diperlukan untuk mengubah dari alamat IP menjadi nama. Nama ini digunakan oleh berbagai macam server (FTP, IRC, WWW dsb) untuk menentukan apakah anda diperbolehkan mengakses layanan tersebut atau sejauh mana prioritas yang diberikan kepada anda. Untuk mendapatkan akses yang penuh pada semua layanan di Internet diperlukan zona reverse.

    Tambahan di /etc/named.conf

    Tambahkan baris berikut di /etc/named.conf
    zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
            notify no;
            type master;
            file "192.168.1";
    }
     
    
    Seperti sebelumnya artinya kita membuat zona domain 1.168.192.in-addr.arpa yang tidak disebar ke internet dan disimpan di file /var/named/192.168.1

    File zona 192.168.1

    Sekarang kita membuat file zona 192.168.1 untuk domain 1.168.192.in-addr.arpa seperti berikut:

    ; Zone file for reverse zone 1.168.192.in-addr.arpa (192.168.1.x)
    @               IN      SOA     ns.intra.aki.   root.intra.aki. (
                            2000072801 ; serial
                            28800 ; refresh
                            7200 ; retry
                            604800 ; expire
                            86400 ; default_ttl
                            )
    @               IN      NS      ns.intra.aki.
    100             IN      PTR     linux.intra.aki.
    3               IN      PTR     cctv.intra.aki.
     
    
    Ada RR baru disini yakni PTR yang berfungsi untuk memetakan IP ke nama host


    Security

    Jika anda memasang DNS server pada komputer yang berfungsi sebagai gateway antara jaringan internal anda dengan jaringan Internet serta DNS Server anda tidak melayani request dari luar (caching only DNS atau DNS untuk jaringan lokal saja) maka anda bisa membuat named untuk melayani hanya jaringan lokal saja dengan menambah baris berikut di dalam blok options:

    listen-on { 127.0.0.1; 192.168.1.100; };
    

    Sehingga named hanya membuka port pada interface loopback (127.0.0.1) dan eth0 (192.168.1.100).

    Source: http://pemula.linux.or.id/admin/setting-dns-server.html
    Continue Reading...

    Setting IP Addres dan DNS di Linux [Newbie]

    * Buka Terminal

    Masuk dalam mode "Superuser",
    xlam@ebook:~$ sudo su
    Password: [Deffault Password: root]

    1. Setting IP

    root@ebook:/#nano /etc/network/interfaces
    auto lo
    iface lo inet loopback
    auto eth0             //Berfungsi agar alamat ip di simpan secara permanen meskipun linux di restart
    iface eth0 inet static                 //Interface eth0 ip di setting secara static atau manual
    address 202.159.3.67
    netmask 255.255.255.224
    gateway 202.159.3.90

    Simpan!

    2. Setting DNS

    root@ebook:/#nano /etc/resolv.conf
    nameserver 202.159.32.2           //Default DNS 8.8.8.8
    nameserver 202.159.33.2          //Alamat DNS di sesuaikan dengan ISP yang anda gunakan

    3. Setelah Setting IP dan DNS Restart Network

    root@ebook:#/etc/init.d/networking restart

    * Kita cek konfigurasi anda sudah jalan atau belum?

    root@ebook:/#ifconfig
    eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:02:44:91:47:83
    inet addr:202.159.3.67  Bcast:202.159.3.95  Mask:255.255.255.224
    UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
    RX packets:169988 errors:67 dropped:0 overruns:0 frame:0
    TX packets:6082 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
    collisions:1528 txqueuelen:1000
    RX bytes:141935582 (135.3 MiB)  TX bytes:812217 (793.1 KiB)
    Interrupt:5
    lo        Link encap:Local Loopback
    inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
    UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
    RX packets:48 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
    TX packets:48 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
    collisions:0 txqueuelen:0
    RX bytes:3753 (3.6 KiB)  TX bytes:3753 (3.6 KiB)

    4. Check Koneksi
    root@ebook:/# ping google.com
    PING google.com (64.233.167.99) 56(84) bytes of data.
    64 bytes from py-in-f99.google.com (64.233.167.99): icmp_seq=1 ttl=237 time=420 ms
    64 bytes from py-in-f99.google.com (64.233.167.99): icmp_seq=2 ttl=237 time=330 ms
    64 bytes from py-in-f99.google.com (64.233.167.99): icmp_seq=3 ttl=237 time=545 ms
    64 bytes from py-in-f99.google.com (64.233.167.99): icmp_seq=4 ttl=237 time=429 ms
    64 bytes from py-in-f99.google.com (64.233.167.99): icmp_seq=5 ttl=237 time=329 ms
    — google.com ping statistics —
    5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 4010ms
    rtt min/avg/max/mdev = 329.664/411.183/545.187/79.429 ms

    * Jika keluar seperti diatas berarti sudah Connect
    * Jika keluar seperti ini, berarti belum tersambung dengan internet
    Request Time Out
    Request Time Out
    Request Time Out
    root@ebook:/#

    NB: Jika ada kesalahan, sharing yuk.. ^^

    Sekian…:)
    Semoga Bermanfaat!! ^^
    Continue Reading...